Atit Eyut

Posted on June 23, 2008. Filed under: miscellaneous | Tags: , |

Week end yang cukup melelahkan. Asal muasal kelelahan muncul dari kondisi tubuh yang kurang fit. Sejak pulang kerja hari Jum’at, perut terasa seperti kembung dan memiliki gerakan yang tidak lazim. Sudah ada tanda-tanda bakal kumat nih sakit lambungku. Tapi memang dasar bandel, kukunyah dan kutelanlah tomat dengan garam. Itu tomat rasanya maknyus asem bangets. Akibatnya sudah bisa dibayangkan deh. Baru menelan kunyahan terakhir saja, nafasku sudah tersengal-sengal seperti habis lari sprint. Keringat dingin mulai keluar. Wah aku mulai kawatir muncul penyakit selain lambung nih. Karena tidak nyaman, aku langsung melakukan ritual sebelum tidur dan langsung tidur.

Jam 23 an malam, aku terbangun karena merasakan sesuatu yang tidak nyaman di perut. Aku lari ke toilet dan begitulah (agak-agak gemana gitu L).  Setelah yang pertama aku merasakan mual yang amat sangat dan melilit di lambung. Masya Allah aku kawatir banget dengan kondisi lambungku. Aku bangunkan my dearest hun, untuk menemani ku ke rumkit. Tak tertahankan sakit dan mualnya lambung ini. My hun masih dengan kesabarannya mengatakan bahwa aku masuk angin dan tadi makan tomat asem jadi lambungnya sakit lagi. Jadi sabar saja katanya. Setelah masuk toilet untuk kedua kali, aku jackpot tanpa keluar yang aneh-aneh. Habis itu aku minta dibuatkan air gula hangat untuk menetralkan asam lambung. Dan aku bisa tidur dengan posisi setengah duduk.

Alhamdulillah, keesokan harinya aku masih bisa menatap my dearest hun, masih bisa melihat kamar, seisi rumah dan lainnya. Tapi tubuh ini masih lemah. Aku shalat subuh dengan posisi duduk. Dan yang jelas lapar bangets. Hari Sabtu itu aku minta dibuatkan bubur untuk makanku. Aku mencoba untuk tertib lagi dalam memasukkan sesuatu ke lambung.

Hari Ahad, tubuh mulai menguat. Makan tetap bubur karena untuk mempercepat proses penyembuhan. Tidak pedas or asam or keras or pengawets. Sempat makan jagung yang ada di sup, ternyata benar, setelah makan jagung, perut jadi melilit. Yah terima lagi nih nasib L punya penyakit lambung. Lambung belum siap menerima makanan yang sulit dicerna. Meskipun demikian, tetap Alhamdulillah karena masih bisa makan dengan mulut daripada di infus.

Kapok dong yah tidak makan pedas dan asam dulu. Tidak makan makanan yang berpengawet dulu. Pokoknya makanan yang membahayakan tubuh deh diberhentikan dulu sampai lambungnya benar-benar okeh. Insya Allah.

Make a Comment

Make a Comment: ( 5 so far )

blockquote and a tags work here.

5 Responses to “Atit Eyut”

RSS Feed for AMY BLOG Comments RSS Feed

Nice Blog
Please join at Komunitas Indonesia on http://www.indonesian.co.nr

waduh gawat juga ya mba…
aku juga pernah ngalamin, tapi ga separah mba ana.
kalo perut udah sensitif, susah deh.

begitulah lisa, maka dari itu jaga pencernaan agar tidak sakit :)

aku juga sering atit eyut koq mba, palagi kalo pagi abis bangun tidur, trus dipancing pake kopi, udah deh, muyes… :D

aku atit peyut kalo lagi nervous seperti saat mau interview atau mau ngapel pacar :-D


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...