GTZ
Tadi Kepala Biro kedatangan tamu dari Bappenas untuk bahas arah kebijakan untuk program pensiun. Tamu dari Bappenas ternyata membawa orang bule yang notabene konsultannya Bappenas. Konsultan Bappenas itu dari Jerman, tepatnya namanya GTZ. Konsultan tersebut sedang melakukan survey (salah satunya kali ya) atas kebijakan SJSN yang sampai sekarang belum jelas implementasinya.
Awalnya Kepala Biro menjelaskan skema program pensiun di Indonesia (dalam bahasa England bok
). Skema tersebut merupakan skema pensiun yang memang bentuk pensiun (pembayaran bulanan). Penjelasan tersebut tidak termasuk jaminan hari tua. Jadi program jamsostek dieksklusifkan dari diskusi tadi.
Pertanyaan demi pertanyaan bergulir. Pada akhirnya si konsultan bertanya mengenai SJSN. Pandangan Kepala Biro selaku wakil institusi pembina dan pengawas dana pensiun terkait dengan SJSN adalah biaya yang akan ditanggung pemerintah. Setelah dirunut-runut, beban pemerintah (APBN tentunya) dengan adanya SJSN semakin berat.
Kalau dipikir-pikir memang benar. Berdasarkan UU nomor 40 tahun 2004 tentang SJSN, pemerintah akan menanggung langsung orang miskin, mulai dari kesehatan sampai pensiun tanpa ada penjelasan untuk pengecualian pada sektor apa (informal atau formal). Kalau sektor informal, wah wah bisa dibayangkan ya, pemasukan dari Negara tidak ada, tetapi APBN harus menanggung beban hidup mereka. Apa tidak berlebihan menginterpretasikan pasal berapa tuh dari UUD 1945 (yang sudah diamandemen beberapa kali sehingga makin tak jelas) yang mengatakan fakir miskin dan anak telantar dilindungi oleh Negara (begitu kali ya bunyinya). Kalaupun demikian, lagi-lagi pemerintah tidak dapat mengabaikan data yang akurat atas keberadaan orang-orang yang didefinisikan seperti itu. Kalaupun memang akan dilakukan seperti itu, pemerintah harus serius memikirkan dan membuat skema yang jelas untuk pemasukan dana bagi Negara dengan mendorong penduduk usia produktif untuk bekerja dan memberikan manfaat bagi Negara sehingga pajak tidak selalu jadi andalan. Jangan dibiarkan penduduk di Negara ini menganggur sehingga apa yang disampaikan Kepala Biro tadi memang nyata adanya.
Eh sampe lupa, akhirnya tadi diskusi dengan orang-orang ‘penting’ selesai jam 13.00. Aarghh lapar berats dan ngantuks sekali lho tadi di ruang rapat. Psst jangan sampai Kepala Biro tahu yah J.



ngomong2 resya ikut nggak????
novi
June 6, 2008
waks, resya? resya yang mana ya?
amy
June 6, 2008
Tapi nggak sampe ketiduran di ruang rapat khan bu??
alfalimbani
June 18, 2008
Saya biasanya mangkal di http://www.ibnurusli.co.cc
Itu pangkalan baru saya Bu… Kalau berkenan silahkan berkunjung
alfalimbani
June 19, 2008
Tenkyu Bu. Baru belajar nih…
alfalimbani
June 19, 2008