Untaian Nasihat Luqman Kepada Anaknya
Kemarin majalah As Sunnah datang dan ada tulisan yang menarik dari Ustadz Abu Abdillah Arief B. bin Usman Rozali, yaitu Untaian Nasihat Luqman untuk Buah Hatinya. Berikut ringkasan tulisan tersebut.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya: Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.” (QS Luqman:13).
Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan Luqman memiliki nama Luqman bin Anqa bin Sadun. Sebagian besar ulama salaf menyatakan Luqman rahimahullah bukan nabi dan tidak mendapatkan wahyu. Luqman adalah wali Allah subhanahu wa ta’ala yang taat, shalih dan bijaksana yang telah dikaruniakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berbagai keutamaan berupa kecerdasan akal, kedalaman pemahaman terhadap islam, sifat pendiam dan tenang serta hikmah dalam berkata-kata. Profesi Luqman rahimahullah, di antara para ulama berbeda pendapat, antara lain mengatakan sebagai budak hitam yang bekerja sebagai tukang kayu atau penjahit atau penggembala. Ada pula yang mengatakan Luqman rahimahullah merupakan qadhi (hakim) di masyarakat Bani Israil.
Yang menjadi penting dari Luqman rahimahullah adalah nasihatnya kepada anaknya buah hati yang disayanginya, yaitu:
1. Syirik merupakan kezhaliman yang sangat besar: Luqman menasihati anaknya agar tidak berbuat syirik. Sebagai seorang ayah yang telah dikaruniai Allah subhanahu wa ta’ala sifat bijaksana dan kemampuan berkata-kata dengan kedalaman makna dan penuh hikmah.
2. Wajib berbakti dan taat kepada orang tua selama perintahnya tidak menyalahi syariat (QS Luqman:14-15). Setelah Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk memenuhi hakNya dengan beribadah hanya kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk memenuhi hak orang tua, dengan berbakti dan taat kepadanya selama perintahnya tidak menyalahi syariat. Kita disuruh berbuat baik dan berbakti kepada orang tua karena merekalah yang menyebabkan kita ada di dunia atas izin Allah subhanahu wa ta’ala.
3. Menanamkan aqidah kepada puteranya tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala yang mutlak dan adanya hari pembalasan (QS Luqman:16). Sekecil apapun perbuatan seseorang baik berupa ketaatan maupun kemaksiatan, pasti Allah subhanahu wa ta’ala akan membalasnya. Perbuatan baik akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sebaliknya perbuatan buruk, keburukan pula balasan yang akan didapat manusia dari Allah subhanahu wa ta’ala.
4. Memerintahkan puteranya untuk menegakkan shalat, amar ma’ruf nahi munkar dan bersabar terhadap musibah (QS Luqman: 17). Luqman memerintahkan anaknya untuk shalat, karena merupakan ibadah fisik paling penting. Luqman memerintahkan amar ma’ruf nahi munkar yang menuntut seseorang agar mengetahui perkara-perkara yang ma’ruf dan munkar serta sifat pendukungnya, yaitu kelembutan dan kesabaran. Perkaran tersebut merupakan perkara besar hingga tidak ada yang memperoleh taufik untuk menjalankannya kecuali orang-orang yang bertekad baja.
5. Mengajarkan kepada puteranya agar tidak sombong, angkuh dan tidak membanggakan diri (QS Luqman : 18). Hadits Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah salallahu alaihi wa salam bersabda: “tidak (akan) masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sekecil dzarrah dari kesombongan. (Kemudian) ada seorang yang berkata: sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan seandainya bagus, maka Rasulullah salallahu alaihi wa salam bersabda: “sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”
6. Mengajarkan kepada puteranya agar tawaadhu, berlaku tenang dan tidak meninggikan suara (QS Luqman: 19). Luqman menasihati anaknya agar tawaadhu (rendah hati), tenang dan tidak tergesa-gesa dan tidak terlalu lambat dalam berjalan. Dia juga menasihati anaknya untuk tidak berlebih-lebihan dalam berbicara dan tidak meninggikan suara untuk sesuatu yang tidak ada manfaatnya pada pembicaraan tersebut. Luqman mengumpamakannya dengan suara keledai.
Semoga bermanfaat yah J.


