Sepenggal Cerita Perjalanan

Posted on March 8, 2008. Filed under: Uncategorized | Tags: , , , |

west_kalimantan_map_final1.jpg

Aku baru dari salah satu kota di Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa. Kota yang tidak bisa dikatakan kecil tetapi juga tidak bisa dikatakan besar merupakan kota ketiga di Pulau Kalimantan yang aku pernah singgahi. Kedatanganku ke kota ini dalam rangka survey manual pengawasan penyelenggaraan pensiun PNS. Aku datang ke kota ini bertiga dengan kolega  yang ketiganya (termasuk aku) adalah wanita.

Penduduk mayoritas kota ini adalah rumpun Melayu. Penduduk pendatang berasal dari suku Bugis, suku Madura dan Cina. Luas area propinsi adalah kira-kira area Pulau Jawa ditambah Pulau Bali.

bdra.jpg Mendarat di Bandara Supadio membuatku tersenyum sendiri. Runway bandara tersebut hanya satu. Begitu roda pesawat menyentuh aspal landasan, pesawat menuju ke ujung landasan dan berputar balik menuju apron. Hanya ujung disitu yang dapat dilakukan pemutaran tersebut. Aku membayangkan nanti bila kembali ke Jakarta pesawat take off dari arah mana. Sepengetahuanku, take off dan landing pesawat berasal dari arah yang sama guna menghindari tubrukan pesawat. Kita lihat saja nanti.

Menuju kota waktu tempuh dicapai hanya 30 menit. Sepanjang perjalanan menuju kota, aku melihat ke kanan dan ke kiri jalan yang aku lalui. Ada sawah dan bangunan-bangunan penting. Sawah penduduk ditanam di atas lahan rawa. Keraskah nasinya setelah dimasak? Bangunan yang terlihat adalah rumah penduduk, bangunan perkantoran, kompleks ruko, kampus dan bangunan sejarah.

Sebagaimana kota lain di Indonesia, kota ini memiliki tata kota yang cukup unik. Pada satu kota memiliki 2 sub kota. yang dipisahkan oleh sungai yang sangat lebar. Sungai tersebut membelah kota ini dan membuat pemandangan kota tersebut menjadi menarik dan tentunya akan romantis bila keindahan sungai dijaga. Sungai tersebut masih dalam dan memiliki pemandangan yang masih natural daerah tersebut, seperti rumah-rumah panggung. Di tepi sungai tersebut juga ada sebuah resto terapung.

                                                                           kapuas-river.jpg bridge.jpg  

                                                                           giaps-si.jpg resto-terapung.jpg

Kota yang terkenal dengan kwetiawnya, ternyata memang memiliki segudang kelebihan dalam hal kuliner. Sea food di Pondok Nelayan, ikan senangin bakar dan kepiting asam maninsnya hm yummy banget. Durian sei jawi berwarna putih kekuningan pada dagingnya wow legi dan lembut di lidah. Lapis legit le gita membuat mak nyoz ketika digigit. Lempok durian olahan Pak Halim wah wah lembut banget dan duriannya terasa banget. Pisang goreng dilapis selai srikaya “suka hati” benar-benar membuat hati suka-suka. Camilan dan minuman aloe vera dapat diandalkan untuk kesehatan. Pokoknya dijamin buat yang mau menggemukkan badan, datang ke kota ini merupakan cara yang cukup akurat :) .

legita.jpg kwetiaubaksosapi1.jpg lempok.jpg

Akomodasi di kota ini tidak perlu dikhawatirkan. Lokasi hotel pada umumnya berada pada area strategis. Aku sendiri menginap di hotel Santika. Hotel tersebut lokasi dan desainnya mirip sebuah hotel di kawasan Mangga Dua di Jakarta. Di bagian bawah hotel merupakan pertokoan handphone. Soal harga penginapan di kota ini cukup kompetitif deh (ta elah). Hotel lain yang pernah aku lihat hotel garuda, hotel kapuas, hotel orchard dan hotel gajah mada.

santika1.jpg garuda.jpg bloger.jpg  kapuas-hotel.jpg

Sekolah tinggi di kota ini ada beberapa. Perguruan tinggi negerinya bernama Universitas Tanjung Pura (sepertinya cuma 1). Kampus uni ini masya Allah luas sekali. Aku yakin, area uni ini jauh lebih luas dari kampus ku dulu. Lokasi uni ini terletak di jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan utama menuju kota.

rektor.jpg   gedung4-3.jpg

Mengingat kota ini dilalui garis khatulistiwa, kota ini memiliki tugu khatulistiwa. Tugu tersebut terletak di Siantan (nama kecamatan kali ya). Di tugu ini, dua kali dalam setahun matahari terletak tepat di atas kepala. Kejadian tersebut ada di bulan Maret dan September. Pada momen tersebut, Pemda setempat menyelenggarakan acara seremonial yang menampilkan tari-tarian kebudayaan kota tersebut mungkin tepatnya propinsi tersebut. Sebagai tambahan, selama tahun 2007, wisman yang datang ke tugu tersebut, sebanyak 3.000 orang sedangkan dari Jakarta sebanyak 9.000 orang.

tugu.jpg  tugu-blog.jpg

Pemandangan menarik yang bisa dilihat di dalam kota ini adalah keberadaan museum dan alun-alun. Alun-alun terletak di tepian sungai Kapuas. Kalau datang ke tempat ini di malam hari, hm romantis juga ya. Museum yang ada di kota ini, adalah museum propinsi. Tiket masuk museum ini sangat murah cuma Rp 1.000,00. Aku bisa lihat kebudayaan dayak propinsi Kalimantan Barat. Mulai dari hutan dan isinya yang ada di Kalimantan Barat, jaman neolitik, jaman apa lagi ya (lupa), kebiasaan orang dayak pada saat sunatan, kelahiran, perkawinan, kematian dll. Museum yang menarik untuk dikunjungi. Dan di area museum, ada rusa, sapi, kapal buatan dan rumah-rumah adat propinsi Kalimantan Barat.

museum.jpg

Apalagi ya! O ya, sayangnya kota ini belum memiliki transportasi dalam kota yang memadai. Angkutan kota dan bis kota tidak banyak (bagus sih, tidak membuat macet) dan juga kapal motor sudah usang dan kurang terawat. Namun bis antar negara yang dimiliki kota ini cukup nyaman kelihatannya (maklum cuma lihat tampak luar). Dengan uang Rp 300.000 an di luar fiskal, dan waktu tempuh 8 jam, kita bisa mencapai Kuching, ibukota Serawak, Malaysia Timur, melalui jalan darat.

Tertarik? Ayo kita dukung program VIY 2008.

Make a Comment

Make a Comment: ( 2 so far )

blockquote and a tags work here.

2 Responses to “Sepenggal Cerita Perjalanan”

RSS Feed for AMY BLOG Comments RSS Feed

pontianak kota kelahiran saya…
ya wlaupun blm bgitu maju,sy ttp sj kgn pgn plg…

oya, sy mau nambahin jg. pontianak py kuliner yg khas pas dibln puasa…
sotong ‘pangkong’… jajanan ini cm ad pas bln puasa. makananny lmyn simple, cumi kering yang di ptong kecil2, di bakar sampai wangi trus disantap dgn sambal, lbh tepatny air cabe. nah air cabenya ini yang bikin ma’nyoss…
klo mau cari area yg rame mnjual jajanan ini, cari aja di jalan Merdeka…
slain itu, klo ud dtg mlm Takbiran, di tepi sungai kapuas, pnduduk dsekitarny sering membuat perayaan meriam… masing2 dibagian tepi sungai, saling adu tembaka meriam dengan lawan yang ada di seberang sungainy…
suasana ini yang membuat mlm takbiran semakin meriah…

senang bs berbagi cerita ttg pontianak

akan lebih menarik lagi kalo anda susuri sungai kapuas yang sampai keujung kabpaten kapuas hulu.sungai terpanjang di indonesia ini akan menghubungkan kamu sampai malaysia ataw ke kaltim via sungai mahakan alo kamu tidak punye paspor. pokoknya asik dah, lihat kebudayaan masyarakat kalimantan di pesisir sungainya saya pernah sekali saat survey BBM di Nangapinoh. tak terlupakan. kapan bisa ngulang lagi ya…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...