Rhythm of The Rain
could it be of the rhythm of the night, dance until the morning light
forget about the worries of your mind, you can leave them all behind
Sepenggal lirik yang masih bisa diingat. Lupa juga sapa dulu yang bikin ini lirik.
Hujan hujan dan hujan terus mengguyur Jakarta (kalimat seperti yang ada di www.detik.com). Seolah tahu dan mendukung hujan, mataharipun enggan menampakkan cahayanya. Hm runyam juga sebenarnya kalau matahari kurang. Terasa benar dampaknya. Cucian belum bisa kering dengan segera, air tanah yang ditampung dalam tangki menjadi dingin dan air yang menggenangi jalan-jalan memerlukan waktu yang cukup lama untuk kering.
Kalau cucian belum kering benar jangan diseterika, nanti jadi bau apek. Jadi sebaiknya memiliki cadangan baju yang cukup supaya nggak bergantung pada pakaian yang sedang dalam proses pengeringan. Atau cuci di laundry. Mana tahan yak, ga punya waktu deh (time is money)
Untuk yang punya rematik, musim hujan seperti ini akan membutuhkan air panas. Pa lagi buat yang rajin mandi. Tapi rasanya, kalau lagi udara dingin, malas mandi yak. Mandi sekali saja sudah cukup. Nah persiapkan gas atau minyak tanah cukup di rumah untuk masak air untuk mandi seisi rumah. Karena solahart dan wika yang dipasang di atas genteng nggak berfungsi kalau matahari nggak bersinar. Jadi bagi yang rematik sering-sering kompres bagian yang sakit dengan air hangat dan mandi dengan air hangat selalu. Bagi yang belum kena, hindari dengan mandi pakai air panas tadi. Byur byur byur enak deh anged.


